Pestaolahraga.com, Jakarta – Penantian kompetisi berformat liga Seusai vakum selama 1 tahun berakhir seiring bergulirnya Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo. Sebanyak 18 klub telah dipastikan Empati berpartisipasi di gelaran ini.

Dengan bergulirnya kompetisi jangka panjang, beberapa klub Tanah Air telah menjalankan bongkar pasang skuat. Bongkar pasang ini selain melibatkan susunan pemain, juga melibatkan Instruktur, bagus Instruktur lokal ataupun asing. Tercatat, di TSC nanti akan ada 7 klub yang memakai jasa Instruktur asing.

Berikut komparasi ketujuh Instruktur asing Itu jalam jangka 1 tahun terakhir, termasuk di 4 turnamen yang diselenggarakan di jeda kompetisi yang dirangkum oleh Labbola.

Milomir Seslija – Arema Cronus

Dipercaya menukangi Arema di awal 2016, Milo, begitu ia akrab disapa, telah membawa Singo Edan menjuarai Bali Island Cup, Piala Bhayangkara 2016, dan mencapai semifinal Piala Gubernur Kaltim.

di 15 pertandingan, Milo membawa Arema mencatatkan 11 kemenangan, 3 imbang dan sekali kalah. Dengan racikannya, lini serang Arema rata-rata mencetak 1,7 gol dari 7,9 peluang yang tercipta di setiap pertandingan. Padahal di lini pertahanan, Arema hanya kebobolan 0,5 gol di setiap pertandingan dan kiper hanya wajib 2,4 kali menghadapi tendangan lawan yang mengarah ke gawang.

Dejan Antonic – Persib

Sebelum resmi menangani Persib di Januari 2016, Dejan menangani Pelita Bandung Raya di Piala Presiden. di turnamen yang diselenggarakan selama jeda kompetisi, Dejan memimpin skuatnya di 12 pertandingan, yakni 3 pertandingan bersama PBR dan 9 sisanya bersama Persib.

Bersama PBR, Dejan hanya memenangi 1 pertandingan dan mendapatkan 2 kekalahan. Ia hanya mencatatkan rata-rata 0,7 gol dari 6,7 peluang di setiap pertandingan dan wajib kebobolan 1,3 gol dari setiap 3 tendangan yang mengarah ke gawangnya. 

Catatan Itu meningkat pesat bersama Persib. Bermain di 9 pertandingan, Dejan mencatatkan 5 kemenangan, 2 imbang dan 2 kalah. Di bawah arahannya, Maung Bandung mencatatkan rata-rata 1,3 gol dari 6,6 peluang di setiap pertandingan. saat bertahan, gawang Persib hanya rata-rata kebobolan 0,8 gol dari 2,7 tendangan yang mengarah ke gawang.

Gomes Oliveira – Madura United

Gomes Oliveira sukses membawa Madura United mencapai final Piala Gubernur Kaltim 2016. Sebelum bergabung dengan Madura United, Instruktur asal Brasil ini Sempat menukangi Persela Lamongan dan setelah itu bergabung ke Persiram Raja Ampat.

di Piala Gubernur Kaltim lalu, Gomes memimpin Madura United di 6 pertandingan. Ia sukses memenangi 2 pertandingan, imbang 3 kali dan 1 kali kalah. Bersama Gomes, tim berjuluk Sape Kerrab sukses mencetak rata-rata 1,3 gol dari 5 peluang yang tercipta. Padahal lini bertahan rata-rata kebobolan 0,8 gol dari 3,5 tendangan yang mengarah ke gawang di setiap pertandingan.

Paulo Camargo – Persija Jakarta

Instruktur yang Sempat bekerjasama dengan mantan pemain terbaik Global, Ricardo Kaka ini direkrut Persija sebelum mengarungi Piala Bhayangkara lalu. Meski Persija gagal total, Camargo yakin pemainnya akan siap mengarungi TSC 2016.

Memimpin Persija di 6 pertandingan, Camargo wajib puas dengan 2 kemenangan, 2 imbang, dan 2 kekalahan. Persija juga hanya rata-rata mencetak 0,5 gol dari 4 peluang yang tercipta di setiap pertandingan. Tak hanya itu, lini belakang macan Kemayoran rata-rata kebobolan 0,8 gol dari 3 tendangan yang mengarah ke gawang Persija.

Stefan Hansson – Persela

Laskar Joko Tingkir memercayakan kursi Instruktur kepala di Stefan Hansson di mengarungi Piala Gubernur Kaltim. Meski gagal melaju ke semifinal, Instruktur asal Swedia ini masuk di rencana jangka panjang tim kebanggaan warga Lamongan ini.

Menjalani 3 pertandingan, Hansson wajib puas dengan 1 kemenangan, 1 imbang dan 1 kali kalah. Lini serang tim asuhannya terlihat menjanjikan dengan rata-rata mencetak 1,7 gol dari 5,5 peluang yang tercipta di setiap pertandingan. Namun demikian, ia wajib membenahi lini pertahanannya yang kebobolan 1,3 gol dari 6 tendangan yang mengarah ke gawang tim asuhannya.

Luciano Leandro – PSM Makassar

Legenda Hayati PSM Makassar ini memulai debutnya di menghadapi Persija Jakarta dan Bali United di Trofeo Persija 2016. Meski gagal total, manajemen Juku Eja masih mempercayai Luciano untuk membesut PSM di TSC 2016 musim ini.

di 2 pertandingan, PSM terpaksa wajib menelan 1 kekalahan dan 1 hasil imbang. Tim besutannya gagal mencetak 1 gol pun dari rata-rata 3 peluang yang diciptakan di setiap pertandingan. Selain itu, lini belakangnya juga wajib kebobolan 1 gol dari 3 tendangan tepat sasaran di setiap pertandingan.

Di Hepotenusa lain, Jaino Matos (Persiba Balikpapan) dan Dragan Djukanovic (Pusamania Borneo FC) wajib menunggu hingga TSC 2016 untuk memulai debutnya Bagaikan Instruktur kepala di kompetisi tertinggi Indonesia.